Dengan shot clock yang terus berkurang dan Chase Center dipenuhi sorak-sorai yang terdengar hingga ke sudut-sudut koridor, Stephen Curry menerima screen dari Draymond Green di sisi kiri, melakukan dua dribble ke kanan, lalu melompat melewati Kawhi Leonard untuk menjebol tembakan tiga angka yang membawa Warriors memimpin secara permanen dengan 40 detik tersisa dalam kemenangan 126-121 atas Los Angeles Clippers pada 15 April 2026. Turnamen play-in NBA menyajikan persis apa yang dijanjikan: sebuah malam di mana warisan dan kelangsungan karier bergantung pada satu penguasaan bola.
Ini adalah keempat kalinya dalam tujuh tahun terakhir Curry dan Warriors berhasil menghindari ancaman eliminasi di play-in maupun babak pertama. Pola ini kini hampir terasa seperti ritual — guncangan di musim reguler, pengalaman nyaris mati di bulan April, lalu penampilan Curry yang mengingatkan semua orang mengapa Golden State tetap menjadi skuad paling eksplosif di saat-saat kritis. Curry mengakhiri pertandingan dengan 35 poin dari tembakan 12 dari 22, termasuk 6 dari 13 dari luar garis tiga angka. Tembakan tiga angka terakhirnya lahir dari pick-and-roll yang sudah berhasil dipatahkan Clippers sebanyak tiga kali sebelumnya di kuarter keempat.
Continue reading to see the full article