Washington dan Teheran masih buntu atas syarat pengayaan uranium saat perjanjian gencatan senjata dua minggu berakhir dalam 48 jam, pada 22 April 2026, dengan klaim-klaim resmi yang saling bertentangan mengenai apakah perpanjangan telah disepakati.
Perselisihan itu mencuat pada 19 April ketika Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh, yang berbicara di forum diplomatik di Antalya, Turki, mengatakan kepada wartawan bahwa Teheran telah mencapai kesepahaman "pada prinsipnya" dengan Washington untuk memperpanjang gencatan senjata. Beberapa jam kemudian, seorang pejabat senior AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa Washington tidak membuat komitmen formal untuk perpanjangan apa pun dan bahwa syarat gencatan senjata tetap tidak berubah.
Continue reading to see the full article